Dalam perjalanan Tasawuf, metode untuk mencapai Ma’rifat diantaranya adalah . Suluk dalam istilah tarekat berarti proses dalam menempuh perjalanan ruhani/spiritual, sementara orang yang melakukan latihan ruhani disebut salik. Suluk dalam pengertian istilah yakni berusaha dan melatih diri (riadhah) serta berjuang (mujahadah) melepas diri dari belenggu hawa nafsu dan sifat-sifat kebendaan yang merupakan hijab antara diri dan Tuhan.
Ibnu ‘Atha’illah menganjurkan di dalam mengadakan kegiatan ruhani (suluk), riyadhah dan mujahadah kearah mencapai “liqa Allah”, memerlukan “tarekat” (metode) yang lazim dipakai oleh para sufi. Tentunya Ibnu ‘Atha’illah memakai system tarekat yang dipegangnya yaitu tarekat Sydziliyah. Adapun Para sufi menempuh bermacam-macam cara melalui latihan-latihan jiwa antara lain :
Sistem “maqamat tujuh tingkat” dari nafsu amarah, ketingkat nafsu lawamah, ketingkat nafsu mulhamah, ketingkat nafsu muthma’inah, ketingkat nafsu Radhiyah, ketingkat nafsu mardhiyah, ketingkat nafsu kamilah. Menurut sistem yang dipakai oleh Abul Futuh Al-Suhrawardi, Halawatiyah dan Naqsabandiyah
Sistem al-Gahzali yang mengedepankan pengawasan diri, juga dilakukan atas tujuh tingkat pula, antara lain : Musyarathah (memperingati diri), Muraqabah (mengawasi diri), Muhasabah (membuat perhitungan atas diri), Mujahadah (kesungguhan lahir dan batin), Muatabah (menyesali diri), Mukasyafah (terbukanya Hijab).
Sistem pendidikan tiga tingkat antara lain : sistem Takhalli, Tahalli dan Tajalli. a) Takhalli yakni Memebersihkan diri dari sifat-sifat yang tercela diri maksiat lahir dan batin. b) Tahalli yakni Mengisi diri dari dengan sifat-sifat yang terpuji yaitu taat lahir dan batin. c) Tajalli yakni Memperolah kenyataan Tuhan
Sistem “maqamat sepuluh tingkat” dapat pula dikatakan sistem mulzamah fiz-dzikir”, yaitu terus menerus berada dalam dzikir ingat kepada Tuhan semata. Dzikir ini terbagi atas dua bagian anatra lain : Dzikir yang mengutamakan sebutan Allah dan Dzikir Nafi Isbat yang mengutamakan sebutan Lailahaillallah
Dalam istilah kaum sufi, perkataan “suluk” berarti cara atau jalan (tarekat) mendekati Tuhan untuk “Ma’rifat”. Bahwa adanya makhluk ini, karena Tuhan sebagai khalik ingin kenal siapa Dia. Kesadaran diri sebagai makhluk, merupakan dorongan untuk berkeinginan mencapai “Ma’rifat” yakni mengenal Tuhan atau “liqa Allah” dengan sebaik-baiknya untuk siapa dipersembahkan segala amal ibadah kita itu.
Suluk merupakan sebuah sistem dalam tarekat-tarekat sufi, dan tentunya sudah menjadi tradisi tarekat harus diadakannya suluk. Misalnya Tarekat Naqsabandiah yang berkembang di Nusantara, tarekat tersebut mengadakan sebuah proses awal memasuki suluk. Adapun persiapan-persiapan tersebut antara lain :
Persiapan pertama :
Memperkuat hasrat/keinginan untuk memulai suluk
Mencari mursyid (pembimbing) yang sudah sempurna dibidang tasawuf.
Bertaubat dari segala dosa lahir dan batin dan mengakui bahwa salik mempunyai banyak dosa.
Melupakan dan meninggalkan segala kegiatan duniawi selama melaukukan suluk.
Bertekad bahwa perjalanan suluknya menuju (Dzikrul maut), Sabda Rasulullah SAW.
ُموْتوُاْ قَبْلَ اَنْ تَمُوْتُ
Artinya : “rasakanlah mati sebelum engkau mati ”

Tidak ada komentar:
Posting Komentar