UMRAH DAN HAJI PLUS DENGAN CARA UNIK

UMRAH DAN HAJI PLUS DENGAN CARA UNIK
UMRAH 2012

Perjuangan Panjang Kita...Ridla Allah

Mari kita selalu berjuang untuk meningkatkan kualitas ibadah kita untuk menuju ridla Allah SWT. MUJAHIDIN(081228970063.

Senin, 30 Agustus 2010

Sabtu, 28 Agustus 2010


اَلَّلهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِناَمُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْـمَعِيْنَ 

 وَاَكْرِمْناَ بِنُوْرِ اْلفَهْمِ    اَلَّلهُمَّ اَخْرِجْناَ مِنْ ظُلُماَتِ اْلوَهْمِ

وَ افْتَحْ عَلَيْناَ بِـمَعْرِفَةِ اْلعِلْمِ    وَسَهِّلْ لَناَ اَبْوَابَ فَضْلِكَ 
  وَعَمَلاً مُتَقَبَّلاً   اَلَّلهُمَّ زِدْناَعِلْماً ناَفِعاً

وَرِزْقاًحَلاَ لاًطَيِّباًمُباَرَكاً
 ياَاَرْحَمَ الرَّاحِـمِيْنَ  بِفَضْلِكَ وَكَرَمِكَ وَرَحْـمَتِكَ   

 Ya Allah yang Maha pengasih lagi Maha penyayang.

 Ampunilah dosa kami, dosa kedua orang tua kami, guru kami, keluarga dan kerabat kami, pemimpin kami, para pendahulu kami serta orag-orang yang pernah berbuat baik kepada kami.

 Ya Allah, karuniakan kepada kami, kepandaian untuk mensyukuri nikmat Mu, yang telah Engkau anugerahkan kepada kami. Bimbinglah kami untuk dapat menempuh jalan yang engkau ridloi. Mudahkanlah urusan kami, kabulkanlah hajat baik kami dan berikanlah kemudahan bagi kami untuk mengerjakan amal shalih yang Engkau ridloi.

 Ya Allah, Tunjukkanlah kepada kami bahwa yang benar itu benar adanya dan berilah kemampuan bagi kami untuk mengikutinya. Tunjukkanlah kepada kami bahwa yang salah itu salah adanya dan berilah kemampuan bagi kami untuk menjauhinya.

 Karuniakan kepada kami ilmu yang bermanfaat, yang dapat menerangi hati kami, pikiran kami, perbuatan kami dan segenap kehidupan kami, untuk menuju keselamatan dunia dan akherat.

رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنْفُسَنَا وَإِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ 

رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا إِنَّكَ أَنْتَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ وَتُبْ عَلَيْنَا إِنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيمُ 

اَلَّلهُمَّ رَبَّناَ آتِناَ فىِ الدُّنْياَ حَسَنَةً ، وَفىِ اْلآخِرَةِ حَسَنَةً ، وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ 

وَالْحَمْدُلِلَّهِ رَبِّ اْلعَالمَـِيْنَ 

( Do’a Mengawali Pelajaran Siswa SMA Negeri 1 Kaliwungu )

Jumat, 27 Agustus 2010

KEUTAMAAN RAMADHAN


يَاأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ


1. Marilah kita senatiasa memperkuat iman kita serta meningkatkan ketaqwaan kepada Allah SWT.
a. Dengan melaksanakan perintah-perintahnya serta menjauhi larangannya.
b. Diantaranya dengan melaksanakan ibadah puasa, seperti yang kita lakukan di bulan ramadhan saat ini.

2. bulan ramadhan adalah bulan yang mulia, pada bulan inilah
a. Al-qur’an diturunkan,
b. Pada bulan ini pula Allah membuka pintu surga-Nya , menutup pintu neraka dan membleggu syaiton
c. Allah melipatgandakan balasan amal kebajikan
d. Dikabulkannya do’a
e. Allah memberikan rahmat, maghfirah-Nya
f. Terutama dibulan inilah ada satu malam yang kebaikannya melebihi 1000 bulan, yaitu malama “laylatul qadar”


 Terjadi pada 1/3 terakhir di bulan ramadhan
 Dikhususkan pada malam-malam ganjil
 Ada hadits rasul yang menerangkan malam ke 27/29


3. Jikalau kita dapat melaksanakan pusa di bulan ramadhan ini dengan “benar” (yakni tidak sekedar menahan makan, minum serta menjauhi hal-hal yang membatalkan puasa. Akan tetapi kita mampu menjaga anggota tubuh kita serta perasaan dan fikiran kita dari hal-hal yang tidak dibenarkan oleh Allah), tentunya sangat banyak manfaat yang akan kita dapatkan, diantaranya :

a. Merasa semakin dekat kepada Allah (taqarrub ilallah)
b. Semakin mengenal akan kenikmatan yang dikaruniakan Allah (terutama saat berbuka)

                       للصائم فرحتان يفرحهما: إذا أفطر فرح بفطره، وإذا لقي ربه فرح بصومه

(orang yang berpuasa memiliki dua kegembiraan : jika berbuka ia bergembira dengan bukanya, dan ketika berjumpa dengan Tuhannya ia bergembira dengan puasanya)
c. Merasa lebih tenteram ( karena dapat mengendalikan nafsu atau emosi )
d. Semakin meningkat kebaikan-kebaikannya (amal shalehnya)


كل عمل ابن آدم يضاعف، الحسنة بعشر أمثالها إلى سبعمائة ضعف، قال الله عز وجل: إلا الصوم فإنه لي وأنا أجزي به

( setiap amal manusia akan dilipatgandakan Allah Pahalanya, satu kebaikan akan dibalas sepuluh kali lipat sampai tujuh ratus kali lipat. Allah 'Azza wajalla berfirman : kecuali puasa karena puasa otu milik saya dan saya yang akan menentukan pahalanya)

e. Bertambah cinta dan dekat pada Al-qur’an. Terlebih karena bulan ini adalah bulan dimana Al-Quran diturunkan.

شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنْزِلَ فِيهِ الْقُرْآنُ
( Bulan puasa adalah bulan dimana Al-Qur'an diturunkan )

 Al-qur’an sebagai petunjuk bagi manusia ( mari kita baca, fahami dan dimalkan dalam kehidupan nyata. kenyataan yang ada baru pada taraf membaca belum sampai pengamalannya. Oleh karena itu Al-quran belum belum berfungsi sebagaiman fungsinya)

 Al-qur’an akan memberi syafaat bagi pembacanya (iqroul qur’ana fainnahu ya’ti yaumal qiyamati syafi’an liash-habihi)

4. Suatu hal yang tidak kalah pentingnya di bulan ramadhan ini adalah menyempurnakan puasa kita dengan membayar zakat fitrah, (shoumu ramadlon mu’allaqun bainassamai wal ardhi wala turfa’u illa bizakatil fitri). Kewajiban zakat bagi setiap muslim baik dewasa maupun anak-anak, masing-masing satu sha’ (2,5 Kg) dari makanan pokok pada suatu daerah. Zakat fitrah ini boleh dibayarkan secara ta’jil ( mulai awal ramadhan ) dan menjadi wajib pembayarannya ketika malam lebaran sampai sebelum imam turun dari mimbar. Zakat fitrah ini sasarannya adalah untuk membantu kebutuhan makan bagi yang tidak mampu, khususnya pada hari raya idul fitri. Berbeda dengan zakat mal yang memiliki jangkauan lebih luas, yaitu untuk membina perekonomian ummat Islam. Marilah kita salurkan zakat kita melalui ‘amil (panitia) agar dapat didistribusikan secara tepat pada mustahik zakat.

5. Semoga puasa yang kita lakukan mampu membentuk kepribadian kita menjadi muttaqin, diampuni dosa-dosa kita, dikabulkan doa kita. Dan semoga amal perbuatan kita diterima Allah sebagai amal sholeh. Amin yarobbal alamiin.

MERAIH MAKRIFAT DENGAN SULUK

Dalam perjalanan Tasawuf, metode untuk mencapai Ma’rifat diantaranya adalah . Suluk dalam istilah tarekat berarti proses dalam menempuh perjalanan ruhani/spiritual, sementara orang yang melakukan latihan ruhani disebut salik. Suluk dalam pengertian istilah yakni berusaha dan melatih diri (riadhah) serta berjuang (mujahadah) melepas diri dari belenggu hawa nafsu dan sifat-sifat kebendaan yang merupakan hijab antara diri dan Tuhan.


Ibnu ‘Atha’illah menganjurkan di dalam mengadakan kegiatan ruhani (suluk), riyadhah dan mujahadah kearah mencapai “liqa Allah”, memerlukan “tarekat” (metode) yang lazim dipakai oleh para sufi. Tentunya Ibnu ‘Atha’illah memakai system tarekat yang dipegangnya yaitu tarekat Sydziliyah. Adapun Para sufi menempuh bermacam-macam cara melalui latihan-latihan jiwa antara lain :

Sistem “maqamat tujuh tingkat” dari nafsu amarah, ketingkat nafsu lawamah, ketingkat nafsu mulhamah, ketingkat nafsu muthma’inah, ketingkat nafsu Radhiyah, ketingkat nafsu mardhiyah, ketingkat nafsu kamilah. Menurut sistem yang dipakai oleh Abul Futuh Al-Suhrawardi, Halawatiyah dan Naqsabandiyah

Sistem al-Gahzali yang mengedepankan pengawasan diri, juga dilakukan atas tujuh tingkat pula, antara lain : Musyarathah (memperingati diri), Muraqabah (mengawasi diri), Muhasabah (membuat perhitungan atas diri), Mujahadah (kesungguhan lahir dan batin), Muatabah (menyesali diri), Mukasyafah (terbukanya Hijab).

Sistem pendidikan tiga tingkat antara lain : sistem Takhalli, Tahalli dan Tajalli. a) Takhalli yakni Memebersihkan diri dari sifat-sifat yang tercela diri maksiat lahir dan batin. b) Tahalli yakni Mengisi diri dari dengan sifat-sifat yang terpuji yaitu taat lahir dan batin. c) Tajalli yakni Memperolah kenyataan Tuhan

Sistem “maqamat sepuluh tingkat” dapat pula dikatakan sistem mulzamah fiz-dzikir”, yaitu terus menerus berada dalam dzikir ingat kepada Tuhan semata. Dzikir ini terbagi atas dua bagian anatra lain : Dzikir yang mengutamakan sebutan Allah dan Dzikir Nafi Isbat yang mengutamakan sebutan Lailahaillallah

Dalam istilah kaum sufi, perkataan “suluk” berarti cara atau jalan (tarekat) mendekati Tuhan untuk “Ma’rifat”. Bahwa adanya makhluk ini, karena Tuhan sebagai khalik ingin kenal siapa Dia. Kesadaran diri sebagai makhluk, merupakan dorongan untuk berkeinginan mencapai “Ma’rifat” yakni mengenal Tuhan atau “liqa Allah” dengan sebaik-baiknya untuk siapa dipersembahkan segala amal ibadah kita itu.

Suluk merupakan sebuah sistem dalam tarekat-tarekat sufi, dan tentunya sudah menjadi tradisi tarekat harus diadakannya suluk. Misalnya Tarekat Naqsabandiah yang berkembang di Nusantara, tarekat tersebut mengadakan sebuah proses awal memasuki suluk. Adapun persiapan-persiapan tersebut antara lain :

Persiapan pertama :

Memperkuat hasrat/keinginan untuk memulai suluk

Mencari mursyid (pembimbing) yang sudah sempurna dibidang tasawuf.

Bertaubat dari segala dosa lahir dan batin dan mengakui bahwa salik mempunyai banyak dosa.

Melupakan dan meninggalkan segala kegiatan duniawi selama melaukukan suluk.

Bertekad bahwa perjalanan suluknya menuju (Dzikrul maut), Sabda Rasulullah SAW.



ُموْتوُاْ قَبْلَ اَنْ تَمُوْتُ

Artinya : “rasakanlah mati sebelum engkau mati ”